This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label Materi UKG. Show all posts
Showing posts with label Materi UKG. Show all posts

8/26/2012

Pengertian dan Tipologi Kedwibahasaan

PENGERTIAN DAN TIPOLOGI KEDWIBAHASAAN

1) Pengertian Kedwibahasaan
Para pakar bahasa mencoba memberikan definisi kedwibahasaan. Pakar satu dengan pakar lain kadang-kadang berbeda pendapat. Ada yang memberikan definisi dengan tuntutan yang sangat ketat, sebaliknya pakar lain ada yang memberikan definisi dengan tuntutan sangat longgar. Secara singkat pendapat beberapa pakar tersebut akan dikemukakan di bawah ini.
Lado (1964:214) menyatakan bahwa kedwibahasaan merupakan kemampuan berbicara dua bahasa dengan sama atau hampir sama baiknya. Secara teknis pendapat ini mengacu pada pengetahuan dua bahasa, bagaimanapun tingkatnya, oleh seseorang. Menurut Mackey (1956:155) kedwibahasaan adalah pemakaian yang bergantian dari dua bahasa atau lebih (baca: Fishman, 1968). Selanjutnya, Hartman dan Stork (1972:27) mengemukakan kedwibahasaan adalah pemakaian dua bahasa oleh seorang penutur atau masyarakat ujaran.
Ahli lain Bloomfield (1958:56) mengemukakan kedwibahasaan merupakan kemampuan untuk menggunakan dua bahasa yang sama baiknya oleh seorang penutur. Pengertian yang sederhana dikemukakan oleh Haugen (1968:10) kedwibahasaan merupakan orang yang tahu dua bahasa.

Jika kita perhatikan batasan-batasan tersebut, ternyata setiap pakar memiliki pendapat dan pandangan yang berbeda-beda. Lado menekankan bahwa seorang disebut dwibahasawan bila mereka memiliki kemampuan berbicara dua bahasa dengan sama atau hampir sama baiknya. Mackey menekankan bahwa seseorang disebut dwibahasawan apabila mereka melakukan pemakaian yang bergantian dua bahasa atau lebih. Hartman dan stork menekankan bahwa seseorang disebut dwibahasawan apabila terjadi pemakaian dua bahasa oleh seorang penutur atau masyarakat ujaran. Bloomfield menekankan bahwa seseorang baru disebut dwibahasawan apabila mereka memiliki kemampuan menggunakan dua bahasa yang sama baiknya. Dan Hauegen menekankan bahwa seseorang sudah dapat disebut kedwibahasawan asal tahu dua bahasa.
2) Tipologi Kedwibahasaan

Tipologi kedwibahasaan menurut Weinreich (1953) menunjukkan adanya tiga tipe yaitu:

a) Kedwibahasaan majemuk, adalah kedwibahasaan yang menunjukan bahwa kemampuan berbahasa salah satu bahasa lebih baik daripada kemampuan berbahasa bahasa yang lain.

b) Kedwibahasaan koordinatif, dan sejajar adalah kedwibahasaan yang menunjukkan bahwa pemakaian dua bahasa sama-sama baiknya oleh individu. Proses terjadinya kedwibahasaan ini karena seorang individu memiliki pengalaman yang berbeda dalam mengusai dua bahsa, sehingga jarang sekali dipertukarkan pemakaiannya

c) Kedwibahasaan sub-ordanatif. kedwibahasaan yang menunjukkan bahwa seseorang individu pada saat memakai B1 sering memasukkan unsur B2 atau sebaliknya.
Tipe kedwibahasaan yang dikemukakan oleh Weinreich tersebut didasarkan pada derajat atau tingkat penguasaan seseorang terhadap keterampilan berbahasa.
Pakar lain, yaitu Pohl (dalam Baetens Beardsmore, 1985:5) menunjukkan adanya tiga tipe kedwibahasaan, yaitu :

a) Kedwibahasaan horizontal, adalah situasi pemakaian dua bahasa yang berbeada tetapi masing-masing bahasa memiliki status yang sejajar baik dalam situasi resmi, kebudayaan maupun dalam kehidupan keluarga dari kelompok pemakainya. Tipe kedwibahasaan semacam ini dapat ditemukan dalam lingkungan masyarakat atau individu yang berpendidikan. Sebagai contoh masyarakat di Brazilia menggunakan bahasa Belanda dan bahasa Perancis atau masyarakat Catalan mempergunakan bahasa Catalan dan bahasa Spanyol.;

b) Kedwibahasaan Vertikal, adalah pemakaian dua bahasa apabila bahasa baku dan dialek, baik yang berhubungan ataupun terpisah, dimiliki seorang penutur. Tipe ini lazim disebut disglosia.

c) Kedwibahasaan Diagonal, adalah pemakaian dua bahasa dialek atau tidak baku secara bersama-sama tetapi keduanya tidak memiliki hubungan secara genetik dengan bahasa baku yang dipakai oleh masyarakat itu.
Menurut Arsenan (Baetens Beardsmore, 1985) mengklasifikasikan kedwibahasaan menjadi dua, yaitu:

a) Kedwibahasaan produktif, adalah pemakaian dua bahasa oleh seorang individu terhadap seluruh aspek keterampilan berbahasa (keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis);

b) Kedwibahasaan reseptif, adalah pemakaian dua bahasa oleh seorang individu yang hanya terbatas pas aspek membaca dan menyimak itu.
Bahan Bacaan : Modul Diklat Pasca UKA-Karakteristik Perkembangan Bahasa Anak, Pusat Pengembangan Profesi Pendidik Badan PSDMPK dan PMP Kemdikbud (2012), Modul lengkap disini

Pengertian dan Teori Pemerolehan Bahasa Anak

Pengertian Dan Teori Pemerolehan Bahasa Anak

a. Pengertian Pemerolehan Bahasa Anak

Pemerolehan bahasa (language acquisition) atau akuisisi bahasa menurut Maksan (1993:20) adalah suatu proses penguasaan bahasa yang dilakukan oleh seseorang secara tidak sadar, implisit, dan informal. Lyons (1981:252) menyatakan suatu bahasa yang digunakan tanpa kualifikasi untuk proses yang menghasilkan pengetahuan bahasa pada penutur bahasa disebut pemerolehan bahasa. Artinya, seorang penutur bahasa yang dipakainya tanpa terlebih dahulu mempelajari bahasa tersebut.

Stork dan Widdowson (1974:134) mengungkapkan bahwa pemerolehan bahasa dan akuisisi bahasa adalah suatu proses anak-anak mencapai kelancaran dalam bahasa ibunya. Kelancaran bahasa anak dapat diketahui dari perkembangan apa? Huda (1987:1) menyatakan bahwa pemerolehan bahasa adalah proses alami di dalam diri seseorang menguasai bahasa. Pemerolehan bahasa biasanya didapatkan hasil kontak verbal dengan penutur asli lingkungan bahasa itu. Dengan demikian, istilah pemerolehan bahasa mengacu ada penguasaan bahasa secara tidak disadari dan tidak terpegaruh oleh pengajaran bahasa tentang sistem kaidah dalam bahasa yang dipelajari.

b. Pandangan Teori Pemerolehan Bahasa
Dari beberapa pengertian di atas, dapatlah dinyatakan bahwa pembelajaran bahasa adalah suatu proses secara sadar yang dilakukan oleh anak (pembelajar) untuk menguasai bahasa yang dipelajarinya. Penguasaan bahasa tersebut biasanya dilakukan melalui pengajaran yang formal dan dilakukan secara intensif. Selanjutnya, yang dimaksudkan dengan pemerolehan bahasa adalah suatu proses penguasaan bahasa anak yang dilakukan secara alami yang diperoleh dari lingkungannya dan bukan karena sengaja mempelajarinya dengan verbal. Pemerolehan bahasa biasanya didapatkan dari hasil kontak verbal dengan penutur asli di lingkungan bahasa itu.

1) Teori Pemerolehan Bahasa Behavioristik
Paling tidak ada tiga pandangan yang berkaitan dengan teori pemerolehan bahasa. Ketiga pandangan itu ialah teori behavioristik, teori mentalistik, dan teori kognitiftik. Untuk lebih jelasnya ketiga teori tersebut dapat diuraikan satu per satu berikut ini. Menurut pandangan kaum behavioristik atau kaum empirik atau kaum antimentalistik, bahwa anak sejak lahir tidak membawa strutur linguistik. Artinya, anak lahir tidak ada struktur linguistik yang dibawanya. Anak yang lahir dianggap kosong dari bahasa.

Mereka berpendapat bahwa anak yang lahir tidak membawa kapasitas atau potensi bahasa. Brown dalam Pateda (1990:43) menyatakan bahwa anak lahir ke dunia ini seperti kain putih tanpa catatan-catatan, lingkungannyalah yang akan membentuknya yang perlahan-lahan dikondisikan oleh lingkungan dan pengukuhan terhadap tingkah lakunya. Pengetahuan dan keterampilan berbahasa diperoleh melalui pengalaman dan proses belajar. Pengalaman dan proses belajar yang akan membentuk akuisisi bahasanya. Dengan demikian, bahasa dipandang sebagai sesuatu yang dipindahkan melalui pewarisan kebudayaan, sama halnya seperti orang yang akan belajar mengendarai sepeda.

Menurut Skinner (Suhartono, 2005:73) tingkah laku bahasa dapat dilakukan dengan cara penguatan. Penguatan itu terjadi melalui dua proses yaitu stimulus dan respon. Dengan demikian, yang paling penting di sini adalah adanya kegiatan mengulangulang stimulus dalam bentuk respon. Oleh karena itu, teori stimulus dan respon ini juga dinamakan teori behaviorisme.

Dikaitkan dengan akuisisi bahasa, teori behavioris mendasarkan pada proses akuisisi melalui perubahan tingkah laku yang teramati. Gagasan behavioristik terutama didasarkan pada teori belajar yang pusat perhatian tertuju pada peranan lingkungan, baik verbal maupun nonverbal. Teori belajar behavioris ini menjelaskan bahwa perubahan tingkah laku dilakukan dengan menggunakan model stimulus (S) dan respon (R) Dengan demikian, akuisisi bahasa dapat diterangkan berdasarkan konsep SR. Setiap ujaran dan bagian ujaran yang dihasilkan anak adalah reaksi atau respon terhadap stimulus yang ada. Apabila berkata, “Bu, saya minta makan”, sebenarnya sebelum ada ujaran ini anak telah ada stimulus berupa perut terasa kosong dan lapar. Keinginan makan, antara lain dapat dipenuhi dengan makan nasi atau bubur. Bagi seorang anak yang beraksi terhadap stimulus yang akan datang, ia mencoba menghasilkan sebagian ujaran berupa bunyi yang kemudian memperoleh pengakuan dari orang yang di lingkungan anak itu.
 
Kaum behavioris memusatkan perhatian pada pola tingkah laku berbahasa yang berdaya guna untuk menghasilkan respon yang benar terhadap setiap stimulus. Apabila respon terhadap stimulus telah disetujui kebenarannya, hal itu menjadi kebiasaan. Misalnya seorang anak mengucapkan , "ma ma ma",dan tidak ada anggota keluarga yang menolak kehadiran kata itu, maka tuturan "ma ma ma", akan menjadi kebiasaan. Kebiasaan itu akan diulangi lagi ketika anak tadi melihat sesosok tubuh manusia yang akan disebut ibu yang akan dipanggil "ma ma ma". Hal yang sama akan berlaku untuk setiap kata-kata lain yang didengar anak.

Teori akuisisi bahasa berdasarkan konsep behavioris menjelaskan bahwa anak-anak mengakuisisi bahasa melalui hubungan dengan lingkungan, dalam hal ini dengan cara meniru. Dalam hubungan dengan peniruan ini Pateda (1990:45) menyatakan bahwa faktor yang penting dalam peniruan adalah frekuensi berulangnya satu kata dan urutan kata. ujaran-ujaran itu akan mendapat pengukuhan, sehingga anak akan lebih berani menghasilkan kata dan urutan kata. Seandainya kata dan urutan kata itu salah, maka lingkungan tidak akan memberikan pengukuhan. dengan cara ini, lingkungan akan mendorong anak menghasilkan tuturan yang gramatikal dan tidak memberi pengukuhan terhadap tuturan yang tidak gramatikal.

2) Teori Pemerolehan Bahasa Mentalistik
Menurut pandangan kaum mentalis atau rasionalis atau nativis, proses akuisisi bahasa bukan karena hasil proses belajar, tetapi karena sejak lahir ia telah memiliki sejumlah kapasitas atau potensi bahasa yang akan berkembang sesuai dengan proses kematangan intelektualnya. Hal ini sesuai dengan pendapat Chomsky (1959) bahwa anak yang lahir ke dunia ini telah membawa kapasitas atau potensi. Potensi bahasa ini akan turut menentukan struktur bahasa yang akan digunakan. Pandangan ini yang akan kelask disebut hipotesis rasionalis atau hipotesis ide-ide bawaan yang akan dipertentangkan dengan hipotesis empiris yang berpendapat bahwa bahasa diperoleh melalui proses belajar atau pengalaman.

Seperti telah dikatakan di atas bahwa anak memiliki kapasitas atau potensi bahasa maka potensi bahasa ini akan berkembang apabila saatnya tiba. Pandangan ini biasanya disebut pandangan nativis (Brown, 1980:20). Kaum mentalis beranggapan bahwa setiap anak yang lahir telah memiliki apa yang disebut LAD (Language Acquisition Device). Kelengkapan bahas ini berisi sejumlah hipotesis bawaan. Hipotesis bawaan menurut para ahli berpendapat bahasa adalah satu pola tingkah laku spesifik dan bentuk tertentu dari persepsi kecakapan mengategorikan dan mekanisme hubungan bahasa, secara biologis telah ditemukan (Comsky, 1959).

Mc Neill (Brown, 1980:22) menyatakan bahwa LAD itu terdiri atas:
  • kecakapan untuk membedakan bunyi bahasa dengan bunyi-bunyi yang lain.
  • kecakapan mengorganisasi satuan linguistik ke dalam sejumlah kelas yang akan berkembang kemudian;
  • pengetahuan tenteng sistem bahasa yang mungkin dan yang tidak mungkin, dan kecapan menggunakan sistem bahasa yang didasarkan pada penilaian perkembangan sistem linguistik, Dengan demikian, dapat melahirkan sistem yang dirasakan mungkin diluar data linguistik yang ditemukan.

Pandangan kaum mentalis yang perlu diperhatikan adalah penemuan mereka tentang sistem bekerjanya bahasa anak. Chomsky dan kawan-kawan berpendapat bahwa perkembangan bahasa anak bukanlah perubahan rangkaian proses yang berlangsung sedikit semi sedikit pada struktur bahasa yang tidak benar, dan juga standia lanjut. Akan tetapi standia yang bersistem yang berbentuk kelengkapan-kelengkapan bawaan ditambah dengan pengalaman anak ketika ia melaksanakan sosialisasi diri. Kelengkapan bawaan ini kemudian diperluas, dikembangkan, dan bahkan diubah.

Dalam hubungan anak membawa sejumlah kapasitas dan potensi, kaum mentalis memberikan alasan-alasan sebagai berikut:. Semua manusia belajar bahasa tertentu; semua bahasa manusia sama-sama dapat dipelajari oleh manusia; semua bahasa manusia bebeda dalam aspek lahirnya, tetapi semua bahasa mempunyai ciri pembeda yang umum, ciri-ciri pembeda ini yang terdapat pada semua bahasa merupakan kunci terhadap pengertian potensi bawaan bahasa tersebut. Argumen ini mengarahkan kita kepada pengambilan kesimpulan bahwa potensi bawaan bukan saja potensi untuk dapat mempelajari bahasa, tetapi hal itu merupakan potensi genetik yang akan menentukan struktur bahasa yang akan dipelajarinya.

3) Teori Akuisisi Bahasa Kognitif
Dalam psikolingustik, teori kognitif ini yang memandang bahasa lebih mendalam lagi. Para penganut teori ini, berpendapat bahwa kaidah generatif yang dikemukakan oleh kaum mentalis sangat abstrak, formal, dan eksplisit serta sangat logis. Meskipun demikian, mereka mengemukakan secara spesifik dan terbatas pada bentuk-bentuk bahasa. Mereka belum membahas hal-hal menyangkut dalam lapisan bahasa, yakni ingatan, persepsi, pikiran, makna, dan emosi yang saling berpengaruh dalam struktur jiwa manusia. Para ahli bahasa mulai melihat bahwa bahasa adalah manifestasi dari perkembangan umum yang merupakan aspek kognitif dan aspek afektif yang menyatakan tentang dunia diri manusia itu sendiri.

Teori kognitif menekankan hasil kerja mental, hasil kerja yang nonbehavioris. Proses-proses mental dibayangkan sebagai yang secara kualitatif berbeda dari tingkah laku yang dapat diobservasi. Titik awal teori kognitif adalah anggapan terhadap kapasitas kognitif anak dalam menemukan struktur di dalam bahasa yang ia dengar di sekelilingnya. Baik pemahaman maupun produksi serta komprehensi, bahasa pada anak dipandang sebagai hasil proses kognitif yang secara terus-menerus berkembang dan berubah. Jadi, stimulus merupakan masukan bagi anak yang kemudian berproses dalam otak. Pada otak ini terjadi mekanisme internal yang diatur oleh pengatur kognitif yang kemudian keluar sebagai hasil pengolahan kognitif tadi.

Teori kognitif telah membawa satu persoalan dalam pemberian organisasi kognitif bahasa anak. Persoalan itu, yakni belum ada model yang terperinci yang memeriksa organisasi kognitif bahasa anak itu. Untunglah Slobin telah menformulasikan sejumla prinsip operasi yang telah menarik perhatian para ahli, Clark dan Clark (Hamied,1987:22-23) telah menyusun kembali dan memformulasikan prinsip operasi Slobin tersebut.

Prinsip koherensi semantik ada tiga aspek yaitu mencari modifikasi sistematik dalam bentuk kata; mencari penanda gramatis yang dengan jelas menunjukkan perbedaan yang mendasari dan menghindari kekecualian.

Prinsip Struktur lahir meliputi: memperhatikan ujung kata; memperhatikan urutan kata, awalan, dan akhiran; dan menghindari penyelaan atau pengaturan kembali satu-satuan linguistik.
Tiga Prinsip koherensi semantik behubungan dengan peletakan gagasan terhadap bahas, sedangkan tiga prinsip struktur lahir berkenaan dengan masalah segmentasi yaitu bagaimana membagi alur ujaran yang terus-menerus menjadi satuan-satuan linguistik yang terpisah dan bermakna.

Penganut teori kognitif beranggapan bahwa ada prinsip yang mendasari organisasi linguistik yang digunakan oleh anak untuk menafsirkan serta mengoperasikan lingkungan linguistiknya. Semua ini adalah hasil pekerjaan mental yang meskipun tidak dapat diamati, jelas mempunyai dasar fisik. Proses mental secara kualitatif berbeda dari tingkah laku yang dapat diamati, dan karena berbeda dengan pandangan behavior (Pateda, 1990).

Bahan Bacaan : Modul Diklat Pasca UKA-Karakteristik Perkembangan Bahasa Anak, Pusat Pengembangan Profesi Pendidik Badan PSDMPK dan PMP Kemdikbud (2012)

8/07/2012

Teori Kognitif dalam Pembelajaran

Teori Kognitif dalam Pembelajaran
Dalam Pembelajaran, Perilaku yang tidak tampak dapat dipelajari secara ilmiah seperti pada perilaku yang tampak. Hal itulah yang mendasari teori kognitif. Perilaku yang tidak tampak merupakan proses internal yang merupakan hasil kerja potensi psikis. David Ausubel berpendapat bahwa belajar itu terjadi dalam organisme manusia melalui proses yang bermakna yang menghubungkan peristiwa atau butir baru pada aspek kognitif yang ada. Makna bukanlah respon yang tersirat tetapi merupakan pengalaman sadar yang diartikulasikan secara jelas dan dibedakan secara tepat. Hal tersebut dapat muncul manakala tanda, lambang, konsep, atau proposisi yang bermakna dikaitkan dan dipadukan dalam struktur kognitif individual yang berasal dari basis substansial dan nonkebiasaan.


Dalam Teori kognitif lebih mengandalkan pikiran dan konsep dasar yang dimiliki pembelajar daripada pengalaman. Kognitif amat menjauhi model menghafal. Yang diorientasikan secara mendalam adalah belajar bermakna. Tiap proses pembelajaran haruslah bermakna yang mampu mengelaborasi kognisi seseorang. Situasi belajar apa pun dapat bermakna apabila pembelajar mempunyai seperangkat pembelajaran yang bermakna, yakni penghubungan tugas belajar yang baru dengan apa yang sudah diketahuinya. Tugas belajar tersebut secara potensial akan bermakna bagi pembelajar.


Menurut Piaget, manusia memiliki struktur pengetahuan dalam otaknya, seperti kotak-kotak yang masing-masing berisi informasi bermakna yang berbeda-beda. Pengalaman yang sama bagi beberapa orang akan dimaknai berbeda-beda oleh masing-masing individu dan disimpan dalam kotak yang berbeda-beda. Setiap pengalaman baru dihubungkan dengan kotak-kotak (struktur pengetahuan) dalam otak manusia. Struktur pengetahuan dikembangkan dalam otak manusia melalui dua acara, yaitu asimilasi dan akomodasi.
(Bahan Bacaan: Modul PLPG)

7/26/2012

BAHAN BELAJAR UJI KOMPETENSI GURU (UKG)

BAHAN BELAJAR UJI KOMPETENSI GURU (UKG)
Bapak Ibu Guru, Uji Kompetensi Guru (UKG) sudah pasti dilaksanakan mulai tanggal 30 Juli 2012, tetapi sampai saat ini masih banyak juga Bapak Ibu guru yang bingung apa sebenarnya yang perlu dipelajari. Menurut saya ada 2 hal yang perlu dipersiapkan oleh bapak Ibu guru:
a.     Penguasaan dasar-dasar penggunaan komputer (untuk UKG Online).
b.    Penguasaan Kompetensi Guru (Pedagogik dan Profesional).
Bapak Ibu guru, dalam buku PEDOMAN UKG tahun 2012 disebutkan bahwa tujuan UKG adalah :
1. Pemetaan penguasaan kompetensi guru (kompetensi pedagogik dan profesional) sebagai dasar pertimbangan pelaksanaan program pembinaan dan pengembangan profesi guru dalam bentuk kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan.
2. Sebagai entry point penilaian kinerja guru dan sebagai alat kontrol pelaksanaan penilaian kinerja guru.
Jadi menurut saya apapun hasil dari UKG ini tidak ada sangkut pautnya dengan pembayaran tunjangan profesi, namun demikian Bapak Ibu guru harus tetap mempersiapkan diri sebaik-baiknya.
Jika Bapak Ibu merasa bingung mau belajar apa, beberapa hari yang lalu saya telah mengupload materi-materi yang sekiranya bermanfaat untuk BAHAN BELAJAR UJI KOMPETENSI GURU (UKG), silahkan klik disini untuk melihat materi-materi tersebut.

Download Materi UKG

Sebelum Mengikuti Uji Kompetensi Guru (UKG) yang akan dilaksanakan Online maupun Offline alangkah baiknya bapak ibu guru mempersiapkan atau belajar Materi-materi yang berkaitan dengan Kompetensi Guru maupun Materi Mata Pelajaran yang diampu oleh bapak ibu guru sendiri.
Materi UKG, Materi UKG Online ini berasal dari Modul-modul bahan PLPG, menurut prediksi saya Uji Kompetensi Guru (UKG) ada benang merah dengan Uji Kompetensi Awal (UKA) dan Uji Kompetensi Akhir (UKA-Akhir) dan PLPG.  
Berikut ini saya mencoba sharing beberapa Materi UKG atau Materi Uji Kompetensi Guru, semoga bermanfaat untuk Bapak Ibu guru semua. Silahkan download Materi UKG dibawah ini :

  1. KEBIJAKAN PENGEMBANGAN PROFESI GURU = Download disini
  2. Materi UKG - Materi UKG Online Guru TK = Lihat disini
  3. Materi UKG - Materi UKG Online Guru Kelas SD = Lihat disini
  4. Materi UKG - Materi UKG Online Bahasa Inggris SMP = Lihat disini
  5. Materi UKG - Materi UKG Online Bahasa Inggris SMA = Lihat disini  
  6. Materi UKG - Materi UKG Online BK = Lihat disini  
  7. Materi UKG - Materi UKG Online Bahasa Jawa = Lihat disini  
  8. Materi UKG - Materi UKG Online Seni Budaya = Lihat disini  
  9. Materi UKG - Materi UKG Online Bahasa Perancis = Lihat disini   
  10. Materi UKG - Materi UKG Online IPA SMP = Lihat disini
  11. Materi UKG - Materi UKG Online Matematika SMP = Lihat disini
  12. Materi UKG - Materi UKG Online Matematika SMA = Lihat disini
  13. Materi UKG - Materi UKG Online KIMIA = Lihat disini
  14. Materi UKG - Materi UKG Online Fisika = Lihat disini
  15. Materi UKG - Materi UKG Online Biologi = Lihat disini
  16. Materi UKG - Materi UKG Online IPS SMP = Lihat disini  
  17. Materi UKG - Materi UKG Online PKn SMP = Lihat disini
  18. Materi UKG - Materi UKG Online Bahasa Indonesia SMP = Lihat disini
  19. Materi UKG - Materi UKG Online Bahasa Indonesia SMA = Lihat disini

7/23/2012

Soal Uji Kompetensi Guru Teknik Listrik, Soal UKG Teknik Listrik

Soal Uji Kompetensi Guru Teknik Listrik, Soal UKG Teknik Listrik
1.    Perpindahan kalor dari suatu sumber kalor ke benda lain melalui gelombang disebut…..
a.    Konveksi   
b.    konduksi   
c.    Radiator
d.    Radiasi   
e.    Penguapan(Evaporation)
2.    Dalam satuan SI satuan energi listrik adalah….
a.    Watt
b.    Kwh
c.    Ampere
d.    Joule
e.    Kalori
3.    Berikut ini adalah langkah-langkah yang benar dalam mengecek setrika listrik yang rusak  ...
a.    mengecek tegangan (stop kontak) - mengecek hubungan kabel strika – mengecek terminal strika – membongkar strika – mengecek elemen strika – mengganti elemen jika mengalami kerusakan
b.    mengecek tegangan (stop kontak) - mengecek hubungan kabel strika – mengecek terminal strika – mengecek elemen strika – membongkar strika – mengganti elemen jika mengalami kerusakan
c.    membongkar strika - mengecek tegangan (stop kontak) - mengecek hubungan kabel strika – mengecek terminal strika ––mengecek elemen strika - mengganti elemen jika mengalami kerusakan
d.    membongkar strika – mengecek elemen strika - mengecek tegangan (stop kontak) - mengecek hubungan kabel strika – mengecek terminal strika – mengganti elemen jika mengalami kerusakan
e.    mengganti elemen - mengecek tegangan (stop kontak) - mengecek hubungan kabel strika – mengecek terminal strika – membongkar strika – mengecek elemen strika
4.    Pada rangkaian pengendali membalik putaran motor induksi Rotor sangkar 3 fasa, Fungsi kontaktor reverse, adalah…….
a.    Mematikan motor saat hubungan singkat
b.    Menukar semua fasa motor
c.    Menukar salah satu fasa motor
d.    Pengaman terhadap ganguan tegangan nol
e.    Pengaman beban lebih   
5.    Alat yang digunakan untuk mengukur tahanan isolasi suatu instalasi listrik adalah….
a.    Voltmeter
b.    Megger
c.    Amperemeter
d.    Ohmmeter
e.    Earth tester
6.    Energi kalor yang dimiliki oleh suatu zat , pada suatu kalor tertentu disebut…
a.    Enthalpi
b.    kalor sensible
c.    Kalor
d.    Volume spesifik   
e.    Kalor laten
7.    Penyebab utama kecelakaan akibat kerja yang disebabkan oleh factor lingkungan dibawah ini , kecuali….
a.    perkakas, alat-alat dan bahan yang rusak
b.    penggunaan mesin yang tidak baik atau perkakas yang tanpa pengaman
c.    kurangnya pengetahuan atau keterampilan kerja
d.    persiapan yang salah atau prosedur yang berbahaya
e.    pakaian yang berbahaya
8.    Salah satu gangguan pada motor kapasitor sehingga dapat menyebabkan kumparan stator terbakar adalah ….
a.    Kabel power input motor putus
b.    Nilai kapasitor lebih tinggi
c.    Tegangan input naik
d.    Tegangan input kurang sekali
e.    kumparan motor terbakar
9.    Pengaturan penyalaan lampu tanda lalulintas (Traffig light) secara otomatis merupakan cara yang paling     banyak digunakan saat ini. Pengaturan penyetelan secara otomatis dapat dilakukan dengan cara ……
a.    Menggunakan saklar Drum
b.    Semua jawaban benar
c.    Menggunakan Relay waktu
d.    Semua jawaban salah
e.    Menggunakan perangkat elektronik   
10.    Daya motor listrik yang digunakan untuk penyegar udara jenis paket menggunakan motor Hermatik adalah..
a.    0.5 Kw
b.     2 Kw
c.    5 Kw
d.    7.5 Kw
e.     9 Kw   
11.    Ketentuan pemakaian kabel NYA pada instalasi adalah . . . .
a.    Boleh dipasang menempel pada kayu   
b.    Boleh dipasang dalam plesteran   
c.    Pemakaian mini. diameter 1,5 mm2   
d.    Boleh dipasang tanpa pipa
e.    Dipasang pada daerah masih dalam jangkauan tangan
12.    Di bawah ini adalah alat- alat yang dipakai untuk memperbaiki motor listrik, kecuali :
a.    Hammer, Tracker, Obeng
b.    Tracker, Bor Listrik
c.    Gergaji, Bor Listrik, Obeng
d.    Gergaji, Bor Listrik, Gerinda
e.    Obeng, Palu, Tang
13.    Suatu cincin besi berbentuk toroida, mempunyai keliling 0,3 meter dan luas penampang 1,0 cm2. Bila cincin tersebut dililiti kawat sebanyak 600 lilitan dan lilirti arus sebesar 100 mili Amper. Untuk mendapatkan fluksi sebesar 60 mili weber pada cincin tersebut,. hitunglah kerapatan fluxinya.!
a.    600 Tesla
b.    300 Tesla
c.    100 Tesla
d.    500 Tesla
e.    200 Tesla
14.    Diantara peralatan yang dipakai untuk melilit motor  listrik adalah :
a.    Pahat, hammer, obeng, mal
b.    Kawat tembaga
c.    Ragum, kikir
d.    Mika Isolator
e.    Bor
15.    Salah satu keuntungan dari bahan penghantar dari perak adalah :
a.    Daya hantarnya kecil
b.    Harganya mahal
c.    Tahanan jenisnya kecil
d.    Koefisiensi muai suhunya besar
e.    Mudah berkarat
16.    Syarat pemasangan pipa instalansi adalah tersebut di bawah, kecuali …..
a.    Di daerah bersuhu sedang
b.    Tidak ada beban mekanik
c.    Paling banyak diisi 6 karet untuk hantaran berdiameter 1,5 mm2
d.    Dipasang di tanah berair dengan kabel NYA
e.    Ditanam di dalam tembok.
17.    Jika arus nominal motor induksi 3 fasa  10 Amper, maka besar MCB yang digunakan adalah …
a.    10 A
b.    14 A
c.    16 A
d.    18 A
e.    20 A   
18.    Pada motor listrik yang sudah selesai digulung, untuk mengetes tahanan isolasi antara kumparan dan antara kumparan dengan body digunakan ……….
a.     Multimeter
b.    Earth tester
c.    Voltmeter
d.    Megger   
e.    Galvanometer   
19.    Sebuah Transformator penurun tegangan mempunyai tegangan primer 2200 Volt dan tegangan sekunder 220 Volt.Jika kumparan primer mempunyai 2000 lilitan.Berapa jumlah lilitan sekunder ?
a.    20 lilitan   
b.    200 lilitan   
c.    22 lilitan
d.    220 lilitan
e.    300 lilitan   
20.    Suatu motor 3 fasa berkutup empat, frekuensi jaringan 50 Hz, berapakah putaran medan stator motor tersebut..
a.    3000 rpm   
b.    1500 rpm   
c.    1000 rpm
d.    750 rpm   
e.    500 rpm   
21.    Seorang siswa seang menggunakan solder tegangan 220 V dengan Arus listrik 1 A. Solder ipakai selama 2 jam.   Maka besar Energi listrik yang digunakan solder adalah….
a.    110 Wh   
b.     110 KWh   
c.    220 Wh
d.    220 KWh   
e.    440 Wh   
22.    Satu Watt Listrik sebanding dengan…………..
a. 2,52 Joule    b. 2,82 Joule    c. 3,22 Joule
d. 3,62 Joule    e. 3,82 Joule   
23.    Sebuah Ampermeter DC degan tahanan dalam (Rm) = 1000 Ohm, dan Arus simpang penuh (Idp ) = 1 mA   digunakan sebagai Ampermeter dengan batas ukur 0 – 100 Ma. Nilai Rsh yang diperlukan ………..
a.    8,5 Ohm   
b.    9,6 Ohm   
c.    10,1 Ohm
d.    d. 12,4 Ohm   
e.    12,5 Ohm   
24.    Sebuah Votlmeter DC dengan tahana dalam (Rm) = 1000 Ohm, arus simpang penuh       ( Idp) = 1m A dan diubah batas ukurnya menjadi 0 – 250 V . Besar tahanan Seri   (Rs).
a.    234 K Ohm   
b.    249 K Ohm   
c.     259 K Ohm
d.    264 K Ohm
e.    269 K Ohm   
25.    Tata letak lampu melebar dan memanjang pada ruang dengan ukuran panjang = 20 m, lebar 14 m dan tinggi 3 m adalah ……………….
a.    a. 4 lampu dan 4 lampu   
b.    4 lampu dan 5 lampu   
c.     5 lampu dan 7 lampu
d.    5 lampu dan 8 lampu
e.    5 lampu dan 9 lampu   
26.    Kumparan Bantu pada motor Split phasa (fasa belah) berfungsi untuk …….
a.    Mendapatkan induksi yang besar
b.    Mendapatkan sudut fasa 0
c.    Mendapatkan induksi yang kecil   
d.    Menghilangkan medan putar
e.    Mndapatkan sudut fasa 90   
27.    Diketahui motor 3 fasa, 10 kw,380 V, 1500 Rpm, Efisiensi 85%, cos Q = 0,75. Maka rentang penyetelan pengaman beban lebih ( 0verload ) pada instalasi tenaga yang tepat adalah………
a.    6 – 10 A
b.    16 – 25 A   
c.    25 – 35 A
d.    35 – 45 A
e.    45 – 60 A   
28.    Pengereman motor listrik   dengan cara membalik arah putaran melalui sambungan motor 3 fasa pada waktu sesaat, disebut pengereman …..
a.    Jogging
b.    Plugging
c.    Dinamik
d.    Mekanik
Regeneratip
29.    Pengereman motor listrik dengan cara memperlakukan motor sebagai generator pada saat terputus dari sumbernya disebut pengereman ………
a.    Jogging
b.    Plugging
c.    Dinamik
d.    Mekanik
e.    Regeneratip   
30.    Pengereman motor listrik dengan cara  memberikan induksi tegangan DC pada  motor saat terputus dari sumber teangan 3 fasa  disebut pengereman ………
a.    Jogging   
b.    Plugging
c.     Dinamik
d.    Mekanik
e.     Regeneratip   
31.    Unit koil kipas udara yang menggunakan air sebagai pendingin dipasang…
a.    Condensing unit
b.    Evaporator unit   
c.    Chilling unit
d.    Rehead coil unit   
e.    e. Reservoir unit   
32.    Pesawat AC akan dipasang pada suatu ruangan dengan, panjang 6 m, lebar 5 m dan tinggi 3,5 m. Bila kemampuan AC ideal = 200 BTU/m3 , maka besar kapasitas pesawat AC yang akan dipasang adalah ……
a.    21.000 BTU   
b.    25.400 BTU   
c.    31.800 BTU
d.    36.000 BTU
e.    41.000 BTU   
33.    Setrika listrik ( elektrik iron ) termasuk  alat pemanas yang menggunakan ssistem pemanas jenis…....
a.    Nduksi
b.    Hambatan
c.     Dielektrik
d.    Sel surya
e.     Inframerah   
34.    Yang disebut Neon Sign adalah …………..
a.    a. Neon-TL/FL yang banyak digunakan
b.    Neon Dekoratif
c.    b. Neon-TL yang disusun
d.    Neon rangkaian arus searah
e.    Neon yang bermacam-macam warna   
35.    Pengaturan penyalaan lampu tanda lalulintas (Traffig light) secara otomatis merupakan cara yang paling     banyak digunakan saat ini. Pengaturan penyetelan secara otomatis dapat dilakukan dengan cara ……
a.    a.Menggunakan saklar Drum
b.    Semua jawaban benar
c.    Menggunakan Relay waktu
d.    Semua jawaban salah
e.    Menggunakan perangkat elektronik   
36. Aspek-aspek yang menentukan karakteristik karya tulis, kecuali
a. sikap penulis
b. panjang tulisan
c. struktur sajian
d. penggunaan bahasa
37. Struktur sajian suatu karya tulis ilmiah pada umumnya terdiri dari
a. pendahuluan, inti (pokok pembahasan), dan penutup
b. pendahuluan, abstrak, bagian inti, simpulan
c. abstrak, pendahuluan, bagian inti, simpulan
d. abstrak, bagian inti, penutup
38. Bagian penutup suatu karya tulis ilmia, pada umumnya menyajikan tentang
a. rangkuman dan tindak lanjut
b. simpulan umum
c. rekomendasi penulis
d. simpulan dan saran
39. Substansi suatu karya tulis ilmiah dapat mencakup berbagai hal, dari yang paling sederhana sampai dengan yang paling kompleks. Berikut ini adalah contoh-contoh subatansi karya tulis ilmiah, kecuali
a. pendidikan
b. kebudayaan
c. pemulung
d. informatika
40. Dalam karya tulis ilmiah, penulis bersikap netral, obyektif, dan tidak memihak. Sikap ini sesuai dengan hakikat karya tulis ilmiah yang merupakan kajian berdasarkan pada, kecuali
a. fakta atau kenyataan
b. argumentasi
c. teori yang diakui kebenarannya
d. data empirik/hasil penelitian
41. Keobyektifan penulis karya tulis ilmiahdicerminkan dalam gaya bahasa yang bersifat
a. resmi
b. baku
c. impersonal
d. personal
42. Komponen suatu karya tulis ilmiah bervariasi sesuai dengan jenis karya tulis ilmiah dan tujuan penulisannya, namun pada um,umnya semua karya tulis ilmiah mempunayi komponen
a. daftar pustaka
b. abstrak
c. daftar tabel
d. lampiran
43. Berikut ini adalah ciri-ciri suatu karya tulis ilmiah, kecuali
a. memaparkan bidang ilmu tertentu
b. merupakan deskripsi suatu kejadian
c. menggunakan gaya bahasa resmi
d. disajikan secara sistematis
44. Di antara judul berikut, yang manakah yang paling sesuai untuk judul karya tulis ilmiah?
a. senjata makan tuan
b. kumbang cantik pengisap madu
c. pengaruh gizi pada pertumbuhan anak
d. pengaruh obat bius yang menghebohkan
45. Untuk membedakan karya tulis ilmiah dan karya tulis bukan ilmiah, seseorang dapat mengkaji berbagai aspek tulisan. Salah satu aspek yang dapat digunakan sebagai pembeda adalah
a. sistematika tulisan
b. panjang tulisan
c. ragam bahasa yang digunakan
d. pengarang

7/21/2012

Download Materi UKG

Sebelum Mengikuti Uji Kompetensi Guru (UKG) yang akan dilaksanakan Online maupun Offline alangkah baiknya bapak ibu guru mempersiapkan atau belajar Materi-materi yang berkaitan dengan Kompetensi Guru maupun Materi Mata Pelajaran yang diampu oleh bapak ibu guru sendiri.

Materi UKG, Materi UKG Online ini berasal dari Modul-modul bahan PLPG, menurut prediksi saya Uji Kompetensi Guru (UKG) ada benang merah dengan Uji Kompetensi Awal (UKA) dan Uji Kompetensi Akhir (UKA-Akhir) dan PLPG.  

Berikut ini saya mencoba sharing beberapa Materi UKG atau Materi Uji Kompetensi Guru, semoga bermanfaat untuk Bapak Ibu guru semua. Silahkan download Materi UKG dibawah ini :


  1. KEBIJAKAN PENGEMBANGAN PROFESI GURU = Download disini
  2. Materi UKG - Materi UKG Online Guru TK = Lihat disini
  3. Materi UKG - Materi UKG Online Guru Kelas SD = Download disini
  4. Materi UKG - Materi UKG Online Guru SMP/SMA = Download disini
  5. Pedoman Uji Kompetensi Guru Online = Download Pedoman Uji Kompetensi