This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label Strategi Pembelajaran. Show all posts
Showing posts with label Strategi Pembelajaran. Show all posts

9/18/2012

Cara Belajar Guru

Bagaimana Cara Guru Belajar? Berikut adalah Cara Belajarnya Guru,
Seorang guru harus meningkatkan dan mengembangkan kompetensinya, peningkatan dan pengembangan kompetensi  itu hanya bisa dilakukan dengan cara belajar, belajar, dan terus belajar. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh guru untuk tetap belajar.

1. Belajar dari pengalaman melaksanakan pembelajaran.
Pengalaman praktek adalah the best practice  Seorang guru harus mampu mereduksi dan merefleksi pengalaman-pengalaman selama melaksanakan kegiatan pembelajaran, dari sinilah lahir pengetahuan dan pemahaman baru  tentang kurikulum, siswa, sekolah, teknik dan strategi pembelajaran, pengelolaan kelas, penilaian, dll.

2. Belajar dari interaksi dengan guru lain.
Interaksinya seorang guru dengan guru yang lain tentulah harus mampu dimaknai sebagai sarana untuk belajar, baik itu interaksi formal maupun non formal. Kegiatan interaksi formal misalnya, workshop, seminar, diklat.  Sedangkan interaksi nonformal misalnya percakapan saat istirahat di ruang guru atau saat kegiatan olah raga dilapangan.

3. Belajar dengan pakar atau konsultan pendidikan
Cara paling mudah adalah belajar dari kepala sekolah atau pengawas , dengan adanya monitoring, supervisi, konsultasi,  dan pembinaan-pembinaan.

4. Belajar dengan melanjutkan pendidikan atau pendalaman kompetensi.
Kita sudah pasti sepakat bahwa ada korelasi positif bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan yang diperoleh seseorang, semakin lebih baik pula tingkat kemampuan yang dimilikinya.
Seorang guru seharusnya didorong  dan diberi kesempatan untuk dapat melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi atau mengikuti pendidikan pendalaman akademik

5. Belalajar melalui  kegiatan non formal
Kegiatan non formal yang dimaksud adalah kegiatan diluar tupoksinya sebagai guru. Seorang guru harus mampu mengambil pelajaran dari kegiatan yang diikuti (misalnya : Pengurus Pramuka, PGRI, Imam masjid, dll)

7/29/2012

Soal Strategi dan Model Pembelajaran

CONTOH SOAL STRATEGI DAN MODEL PEMBELAJARAN

1. Strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan pembelajaran, yang disusun untuk....
a.     mencapai tujuan pembelajaran
b.    memudahkan guru mengajar
c.     memberi pedoman keterlibatan siswa
d.    memperjelas materi pembelajaran
2. Metode ceramah bukan satu-satunya metode yang dapat dilakukan untuk menerapkan strategi ekspositori, melainkan ada metode lain, seperti ....
a.     demosntrasi
b.    simulasi
c.     diskusi atau curah gagasan
d.    penelusuran informasi
3. Menurut Joyce dan Weil, bahwa pada hakikatnya pembelajaran adalah membantu para peserta didik memperoleh
a.     informasi dan ide tertentu
b.    keterampilan
c.     nilai dan cara berfikir
d.    jawaban a, b, dan c benar
4. Strategi pembelajaran yang pada dasarnya menitikberatkan pada cara-cara memperkuat dorongan internal manusia untuk memahami dunia dengan cara menggali dan mengorganisasikan data adalah....
a.     strategi pengelolaan informasi
b.    strategi personal
c.     strategi sosial
d.    strategi sistem perilaku
5. Manusia mengembangkan kepribadian yang unik dan melihat dunia dari sudut pandangnya yang juga unik. Hal ini sejalan dengan penggunaan strategi ...
a.     pengelolaan informasi
b.    personal
c.     sosial
d.    sistem perilaku
6. Setiap konsep memiliki empat elemen, yaitu nama, contoh atau eksemplar, ciri-ciri (atribut) esensial dan tidak esensial, serta ....
a.     bukan contoh
b.    definisi
c.     nilai dari cir-ciri
d.    unsur dari ciri-ciri
7. Proses berfikir yang bergerak dari fakta-fakta yang khusus menuju ke generalisasi yang bersifat umum mendasari model pembelajaran....
a.     induktif
b.    deduktif
c.     konstruktivistik
d.    klarifikasi nilai
8. Model ini cocok untuk mengajarkan nilai-nilai yang menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan, yaitu model pembelajaran....
a.     pengungkapan perasaan
b.    analogi
c.     pilihan rasional
d.    analisis rasional
9. Tenggang rasa atau empati dapat dibutuhkan dengan cara mengandaikan dirinya berada pada posisi orang lain. Hal ini merupakan pandangan yang mendasari model pembelajaran....
a.     pembelantukan kepedulian
b.    analogi
c.     pilihan rasional
d.    pengungkapan perasaan
10. Siswa harus membuat rencana kerja (proposal) dan mencari dukungan orang lain (advokasi) untuk menyukseskan programnya. Merupakan langkah pembelajaran dengan model....
a.     pembelantukan kepedulian
b.    aksi sosial
c.     pilihan rasional
d.    pengungkapan perasaan

Strategi Pembelajaran; Pengertian dan Jenisnya

Pengertian Strategi Pembelajaran
Strategi pembelajaran diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Strategy is a plan, method, or series of activities designed to achieves a particular educational goal (J.R. David, 1976).
  • Strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan, termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya dalam pembelajaran.
  • Strategi pembelajaran adalah pencapaian tujuan atau hasil pembelajaran, atau kompetensi. Dalam hal ini, kompetensi menjadi roh dari implementasi suatu strategi.

Jenis-jenis strategi pembelajaran
Strategi pembelajaran dapat dikelompokkan:
  1. Strategi pembelajaran penyampaian-penemuan (expocitory-inquiry learning)
  2. Strategi pembelajaran individual-kelompok (individualgroup learning).
  3. Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, dibedakan antara strategi pembelajaran deduktif dan induktif (deductive-inductive learning).

Strategi pembelajaran juga dikelompokkan menjadi :

a. Strategi Pengolahan Informasi (Strategi Kognitif) Strategi pengelolaan informasi pada dasarnya menitik beratkan pada cara-cara memperkuat dorongan internal manusia untuk memahami dunia dengan cara menggali dan mengorganisasikan data, merasakan adanya masalah dan mengupayakan jalan pemecahannya, serta mengembangkan bahasa (alat komunikasi) untuk mengungkapkannya. Strategi ini menawarkan pembelajaran yang memberikan kepada peserta didik sejumlah konsep, pembentukan konsep dan pengetesan hipotesis, serta pengembangan kemampuan kreatif. Strategi ini pada hakikatnya disengaja dirancang untuk memperkuat kemampuan intelektual umum.

b. Strategi Personal (Strategi Afektif) Strategi personal memusatkan perhatian pada pandangan pribadi dan berusaha menggalakkan kemandirian yang produktif, sehingga manusia menjadi semakin sadar diri dan bertanggung jawab atas tujuan hidupnya.

c. Strategi Sosial
Harus disadari bahwa kerjasama merupakan salah satu fenomena kehidupan masyarakat, disamping adanya konflik sosial. Melalui kerja sama manusia dapat membangkitkan dan menghimpun tenaga secara bersama yang kemudian disebut “sinergi.” Strategi sosial ini dirancang untuk untuk memanfaatkan fenomena kerja sama.
Telah banyak model pembelajaran ini diteliti, dikembangkan, dan diterapkan oleh para ahli dan guru pendidikan ilmu-ilmu sosial, seperti cooperative reward, cooperative task structur, dan cooperative learning yang belakangan ini populer.

d. Strategi Sistem Perilaku (Strategi Aksi)
Strategi sistem perilaku (behavioral system) secara akademik mendasarkan pada teori-teori belajar sosial. Strategi ini juga dikenal sebagai strategi modifikasi perilaku (behavioral modification), terapi perilaku (behavioral therapy), atau sibernetika (cybernetics). Dasar pemikiran dari strategi ini ialah sistem komunikasi yang mengoreksi sendiri (self-correcting communication system), yang memodifikasi perilaku dalam hubungannya dengan bagaimana tugas-tugas dijalankan dengan sebaik-baiknya.

Dengan mendasarkan pada konsep “bagaimana seseorang memberikan respon terhadap tugas dan umpan balik”, para ahli psikologis, seperti Skinner (1953), telah mempelajari bagaimana mengorganisasikan struktur tugas dan umpan balik agar dapat memberikan kemudahan terhadap hilangnya rasa takut pada diri seseorang. Bagaimana belajar membaca dan menghitung. Bagaimana mengembangkan keterampilan atletik dan sosial. Bagaimana menghilangkan rasa cemas dan cara bersantai. Serta bagaimana mempelajari keterampilan-keterampilan intelektual, sosial, dan fisik yang perlu bagi seorang pilot dan astronot. Oleh sebab itu, strategi ini memusatkan perhatian pada perilaku yang terobservasi dan metode dan tugas yang diberikan dalam rangka mengkomunikasikan keberhasilan.