This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label hasil UKG. Show all posts
Showing posts with label hasil UKG. Show all posts

8/04/2016

Moda Pelatihan Guru Pembelajar

Sebagaimana berita terdahulu bahwa Kemdikbud akan menyelenggarakan pelatihan pasca UKG yang disebut juga dengan Program Guru Pembelajar. Ada 3 macam model atau metode pelatihan dalam program guru pembelajar ini;


  1. Tatap Muka (TM)
  2. Campuran atau kombinasi antara tatap muka dan online (blended)
  3. Full Daring atau online 

Baiklah akan kita bahas satu persatu masalah ini

A. Model Tatap Muka

  1. Jumlah modul yang harus dipelajari sebanyak 8-10 modul. Artinya nilai rata-rata UKG yang belum memenuhi KCM sebanyak 8-10 modul. Silakan disimak dalam artikel mengenai Raport UKG 2015
  2. Semua guru yang bertugas di daerah 3T.
  3. Guru yang karena pertimbangan geografis dan/atau pertimbangan lain yang disepakati oleh otoritas terkait tidak memungkinkan untuk mengikuti Moda Diklat Daring.

3 Model Pelatihan Guru Pembelajar tatap muka
tatap muka pelatihan guru pembelajar

Cara pelaksanaan Model Tatap Muka Guru Pembelajar

tatap muka guru pembelajar
tatap muka pelatihan guru pembelajar
  1. Guru akan diberikan modul manual yakni modul A, B, C sembari Diklat selama 3 bulan
  2. Kemudian Modul C, E, G, I, dan J dipelajari secara mandiri menggunakan modul yang diperoleh dari Direktori Diklat (website kemdikbud)
Guru yang nilai UKG nya 2015 lalu dibawah standar akan diikutkan dengan metode ini.
Guru harus mempelajari 8-10 modul


B. Guru Pembelajar Moda Daring Kombinasi

DARING KOMBINASI bagi guru-guru yang hasil UKG-nya standar atau tidak jauh dari angka 55




moda diklat guru pembelajar
moda daring kombinasi guru pembelajar

Ketentuan :
1. Memiliki 6-7 modul yang harus dipelajari
2. Guru maksimal mengambil/menyelesaikan 3 KK
3. Guru wajib mengikuti kegiatan online selama 6 minggu dengan 10 jam/minggu
4. Guru mengikuti pertemuan dengan Mentor untuk bimbingan tatap muka 1 kali per minggu
5. Setelah selesai Diklat Guru wajib menyelesaikan Ujian Kompetensi Guru
6. Target peningkatan nilai UKG tiap peserta adalah minimal ≥ 65.

contoh pelaksanaan
6 minggu online, 6 x pertemuan konsultasi @ 2 jam/minggu
Guru mengikuti diklat GP Blended untuk Modul A, B, E atas biaya Pusat
Guru Pembelajar moda daring kombinasi guru bisa mengakses laman http://gurupembelajar.kemdikbud.go.id/ atau http://konten.elearning.id/ untuk mendapatkan modul yang dibutuhkan
sumber http://jetjetsemut.blogspot.co.id/

Modul dan Moda Diklat Guru Pembelajar

raport UKG dan apa hubungannya dengan Modul Guru Pembelajar.

Bagi peserta guru pembelajar nantinya akan diberikan akun guru pembelajar, khususnya mereka yang melaksanakan Diklat Guru Pembelajar menggunakan moda daring dan moda kombinasi. Nah dalam raport UKG (baca saja hasil UKG 2015) akan kita lihat contoh seperti gambaran di bawah ini,


raport nilai ukg 2015
raport UKG
Dalam pelaksanaan UKG, Setiap Guru diujikan berdasarkan mata  pelajaran sesuai Sertifikasi / Mapel yang diampu, yang dibagi dalam 10 kompetensi atau Modul ( Modul : A,B,C,D,E,F,G,H,I J).

Hasil UKG setiap guru dikelompokkan berdasarkan jumlah Modul dibandingkan dengan angka Capaian Minimum UKG ( KCM = 5.5).  yang dipetakan dalam matrik peningkatan Kompetensi dengan standar seperti terlihat dalam tabel dibawah:

KCM guru pembelajar dan modul UKG


Jumlah modul dibawah KCM *Mode DiklatKode
8, 9, 10Tatap Muka TM
6, 7Daring Kombinasi DK
3, 4, 5Daring D
0, 1, 2Calon InstrukturIN

keterangan;
KCM = Kriteria Capaian Minimal

Nah dari hasil UKG 2015 atau raport UKG di atas, maka dijadikan dasar sebagai penentuan calon kepesertaan Guru Pembelajar. Kemudian Guru yang raport UKGnya belum memenuhi KCM, akan mempelajari modul-modul yang belum memenuhi KCM tadi. Jika melihat gambardi atas maka peserta Guru Pembelajar wajib menuntaskan modul guru pembelajar yakni modul B, F, dan H dengan program guru pembelajar secara daring/online.

Bagi guru yang hasil UKG 2015nya ada 2 atau kurang nilai KCM nya, maka akan diikutsertakan dalam diklat Instruktur Nasional atau Narasumber Nasional.

Nilai UKG saya 80, kok tidak dipanggil jadi peserta diklat Instruktur Nasional. Dalam setiap kabupaten kota tentu banyak guru yang memenuhi syarat sebagai peserta diklat instruktur Nasional atau narasumber program Guru Pembelajar, namun Pusat dalam hal ini Ditjen GTK memberikan kuota terbatas, maka dari itu seandainya yang memenuhi syarat misalna ada 100 guru, sedangkan kuota cuma 20 orang, ya 20 orang saja yang ditunjuk menjadi peserta insruktur Nasional. Sip sudah jelas ya Bapak Ibu Guru.
sumber http://jetjetsemut.blogspot.co.id

8/15/2012

Penyebab Nilai UKG NOL

Uji Kompetensi Guru (UKG) Gelombang I telah berakhir 12 Agustus 2012, ternyata ada guru yang mendapat nilai Nol (0). Apa Penyebabnya?
Penyebab Nilai UKG NOL
  1. Nilai nol tidak identik karena kemampuan gurunya. Contoh berdasarkan rekaman di server ada peserta yang login hanya selama dua menit. " Nilai nol itu terjadi guru bisa saja sudah login ke sistem, soal sudah terbuka, tapi langsung keluar tidak menjawab,"
  2. Setelah login, guru cuma membaca soal-soalnya, tetapi tidak menjawab. Dia menjelaskan, sistem mengenali peserta yang sudah menyelesaikan ujian, tidak menyelesaikan ujian, atau login kemudian membuka soal, tetapi tidak menjawab
  3. Ada guru Penjaskes yang terdaftar sebagai guru kelas. Saat login, soal yang keluar adalah soal guru kelas. Guru tersebut kemudian tidak menjawab dan keluar dari sistem
    Kemungkinan tersebut diampaikan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Syawal Gultom pada dialog interaktif yang disiarkan langsung dari Studio Pusat Informasi dan Humas Gedung C Lantai 4 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan RRI Pro 3, di Jakarta, Selasa (14/08/2012)
Sumber : http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/berita/577

8/07/2012

Hasil UKG Rendah, Ancaman Untuk LPTK?

Hasil UKG, Ancaman Untuk LPTK?
UKG (Uji Kompetensi Guru) memang masih berlangsung dan dijadwalkan pada tahap I ini secara nasional akan berakhir pada tanggal 12 Agustus 2012, tetapi hasil UKG sepertinya mengindikasikan pada kategori rendah dan jika benar-benar rendah sepertinya juga akan berefek pada LPTK (Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan) seperti yang disampaikan Mendikbud:"Hasil UKG ini akan menjadi koreksi bagi semua LPTK baik negeri maupun swasta. "Nanti kita petakan semua, misalkan perguruan tinggi X, saya sampaikan, ini loh lulusan sampean nilainya seperti ini, jadi untuk koreksi sekalian," ujarnya.(http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/berita/556 )
Pernyataan Mendikbud M.Nuh tersebut benarkah sekedar koreksi atau ancaman untuk LPTK?
Sebenarnya yang kita perlukan adalah bukan mencari kambing hitam dari siapa yang salah dalam melihat HASIL UKG, tetapi bagaimana kita mampu berbenah dan membenahi diri baik pemerintah, LPTK, Guru, dan masyarakat.


Sekedar gambaran dari beberapa dialog, pernyataan, gurauan atau statemen yang saya dengar dari peserta UKG (kebetulan saya sebagai teknisi TUKG di SMP) adalah :

  1. 1. UKG dilaksanakan mendadak, sehingga mereka belum siap.
  2. 2. Mereka grogi, bahkan ada peserta yang belum pernah sama sekali memegang komputer sebelumnya.
  3. 3. Ada opsi jawaban yang tidak muncul di layar monitor, mereka bingung mau pilih yang mana.
  4. 4. Peserta yang sudah mendekati pensiun kebanyakan sudah menyerah, tetapi ada juga yang masih semangat.
  5. 5. Soal yang keluar tidak seperti yang diprediksikan oleh peserta.
  6. 6. Ada peserta yang beranggapan karena hasilnya tidak berpengaruh pada pembayaran tunjangan profesi, kemudian dikerjakan saja sebisanya.
  7. 7. Ada yang malu dengan hasil skor yang diperoleh, dan kedepan ingin belajar lagi.
  8. 8. Mayoritas peserta mengaku kurang bahkan tidak bisa mengoperasionalkan komputer.
  9. 9. Mayoritas peserta bertanya, kalau tidak lulus UKG terus bagaimana? Mau diapakan?
  10. 10. Banyak juga peserta yang bertanya ada remidial atau UKG ulang tidak?
Saya pribadi menangkap sepertinya memang ada kesadaran dari peserta UKG bahwa mereka memang tidak mampu mengerjakan soal yang ada dan MEREKA (PARA PESERTA) AKAN BELAJAR LAGI, ini mungkin bisa diartikan UKG dapat menjadi bahan Koreksi untuk Bapak Ibu Guru.

Pengumuman Hasil UKG Online

Banyak Bapak Ibu guru peserta UKG yang bertanya kepada saya terkait dengan Pengumuman Hasil UKG Online, terkait dengan pertanyaan tersebut dapat saya sampaikan bahwa :
1. Jika bapak ibu guru adalah peserta UKG Online, maka skor hasil UKG sudah langsung diketahui saat bapak ibu guru selesai mengerjakan soal UKG, skor otomatis tampil dilayar monitor peserta. (kalau ditempat saya, langsung saya cetak rangkap 2. satu lembar untuk peserta dan satu lembar untuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab/Kota).
2. Jika bapak ibu guru ingin mengetahui hasil UKG Online tingkat kab/kota silahkan menghubungi dinas pendidikan kab/kota.
3. Jika bapak ibu guru ingin mengetahui hasil UKG Online tingkat provinsi silahkan menghubungi LPMP.
4. Jika bapak ibu guru ingin mengetahui hasil UKG Online tingkat Nasional silahkan menghubungi Kantor Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan atau di berkunjung web http://ukg.kemdikbud.go.id
Demikian informasi yang dapat saya sampaikan terkait dengan PENGUMUMAN HASIL UKG ONLINE, semoga bermanfaat.

8/01/2012

HASIL NILAI UKG ONLINE

HASIL NILAI UKG ONLINE
Dalam Pedoman UKG Tahun 2012 hal 23 bahwa: Skor hasil UKG akan diberikan kepada peserta melalui surat.
Tetapi bagi peserta UKG Online sendiri sudah akan mengerti hasilnya pada saat mengakhiri UKG Online, karena akan muncul di tampilan jumlah soal yang dijawab benar dan jumlah soal yang dijawab salah.
Bahkan hari ini saya dapat pemberitahuan dari panitia dinas kemdikbud bahwa setiap satu gelombang selesai mgerjakan UKG Online ini maka teknisi atau panitia TUKG (Tempat Uji Kompetensi Guru) dimohon mencetak hasil dan peserta dimohon menandatanganinya.
Jadi Hasil Nilai UKG Online langsung bisa diketahui saat itu juga.